Tugas Kewirausahaan Minggu Ke-4

Biografi Sandiaga Salahudin Uno

Siapa yang tak mengenal entrepreneur tangguh ini?

sandi uno

Saya rasa sudah banyak orang yang mengenal mantan CEO PT Saratoga Investama Sedaya yang baru-baru ini disibukkan dengan pencalonan dirinya dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Sandiaga Salahudin Uno atau lebih dikenal dengan nama Sandiaga Uno atau Sandi Uno adalah salah satu pengusaha sukses Indonesia yang mengawali usahanya setelah di PHK dari perusahaan tempatnya bekerja karena kebangkrutan. Sandiaga Uno lahir di Rumbai, Pekan Baru, Riau pada tanggal 28 Juni 1969. Anak dari pasangan Rachmini Rachma atau Mien Uno & Ir. Razif Halik Uno atau Henk Uno mendapat predikat Summa Cum Laude dari Wichita State University, Kansas, Amerika pada tahun 1990. Keberhasilannya tersebut tidak lain berkat kedisiplinan dan kerja keras yang diajarkan ibunya semasa beliau masih kecil.

Setelah lulus dari Wichita State Unversity, Sandiaga Uno bekerja di Bank Summa milik William Soeryadjaya (Pendiri PT. Astra Internasional). Berkat kinerjanya yang cukup bagus di perusahaan, setahun kemudian ia menerima beasiswa untuk melanjutkan kuliah di George Washington University, Amerika Serikat. Ia menyelesaikan kuliah dengan meraih IPK sempurna 4.00.

Kemudian pada tahun 1993, ia bekerja di Singapura dan bergabung dengan perusahaan Investasi bernama Seapower Asia Investment Limited sebagai manager Investasi sekaligus di MP Holding Limited Group (mulai 1994). Di tahun 1995, ia pindah ke Kanada dan bekerja di perusahaan bernama NTI Resources Ltd dengan posisi sebagai Executive Vice President NTI Resources Ltd. Gajinya ketika itu sebesar 8.000 Dollar perbulan. Namun seperti kata pepatah “Roda Kehidupan selalu berputar”. Krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997, mengakibatkan perusahaan tempatnya bekerja mengalami kebangkrutan dan mulai melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) termasuk dirinya.

Sandiaga Uno akhirnya kembali ke Indonesia dan memulai usaha baru. Meskipun statusnya ketika itu sebagai pengangguran. Langkah pertama yang dilakukannya adalah mencari pekerjaan baru tetapi hasilnya tak seperti yang diharapkan, lamaran pekerjaanya ditolak oleh 25 perusahaan. Pengalaman memang guru terbaik. Hal inilah yang kemudian menjadi turning point dari seorang Sandiaga Uno, ia kemudian merubah mindset-nya dari karyawan menjadi seorang entrepreneur. Salah satu mentor bisnisnya adalah William Soeryadjaya.

Saya ini menjadi seorang pengusaha karena ‘kecelakaan’. Sebagai seorang pengusaha yang lahir dari kecelakaan, saya tidak mendesain jadi seorang pengusaha.. ujar Sandiaga Uno.

Pengalaman yang diterimanya kemudian ia coba pergunakan dengan membuat perusahaan penasihat keuangan bernama PT Recapital Advisors pada tahun 1997. Perusahaan tersebut ia dirikan bersama teman SMA nya yang bernama Rosan Perkasa Roeslani. Namun tidak semua yang diharapkan selalu berjalan mulus, banyak calon klien memandang sebelah mata kemampuan dari Sandiaga Uno. Sandiaga Uno akhirnya memutuskan untuk menggratiskan advice yang diberikan jika restrukturisasi perusahaan kliennya gagal.

Saat itu seorang konsultan dibayar sebelum melakukan kerja. Tetapi Sandiaga Uno memiliki pola pikir yang dibalik, jadi ia hanya mengirim invoice penagihan kalau jasanya dalam merestrukturisasi perusahaan berhasil. Tentu ini menjadi daya tarik bagi para pemilik usaha yang lagi dilanda kekacauan. Klien pertama Sandiaga Uno adalah Bapak Dahlan Iskan pemimpin Jawa Pos Group. susahnya mencari klien membuat Sandiaga benar-benar memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh Bapak Dahlan Iskan. Sandiaga Uno akhirnya sukses dengan klien pertamanya, dan mendapatkan Rp 10juta. Saking gembiranya, ia sampai melaminating invoice tersebut. Jika ia mengalami kendala dalam bisnisnya, ia pandangi pendapatan pertama bisnisnya itu agar tak berputus asa.

Dengan cara pembayaran diakhir inilah akhirnya banyak perusahaan yang memilih menjadi klien PT Recapital Advisor. Ternyata cara pembayaran yang diakhir ini ada efek sampingnya yaitu ada salah satu perusahaan klien yang sudah sukses restrukturisasi tapi menolak membayar jasa Sandiaga Uno, mereka maunya di hutang lagi dan didiskon separuhnya, atau dibayar dengan saham yang saat itu nilainya turun tajam, sebagian lagi dibayar dengan stationery bekas dan mobil bekas.

Daripada tidak dibayar akhirnya Sandiaga Uno pun menerima pembayaran dengan saham yang nilainya turun, mobil bekas dan stationery bekas. Tentunya beliau menerima ini dengan perasaan dongkol. Mobil bekas itupun dijualnya, stationery bekas ia gunakan untuk menyimpan dokumen perusahaan, dan saham yang tidak bernilai itu ia simpan di loker. Seminggu, dua minggu, tiga minggu saham yang tadinya dianggap tak berguna itu ternyata meningkat nilainya bahkan melebihi total invoice yang harusnya dibayar. Begitu girangnya Sandiaga dan ia memutuskan untuk menjual saham tersebut.

Setahun kemudian tepatnya pada tahun 1998, ia bersama Edwin Soeryadjaya kemudian mendirikan perusahaan Investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya, berbekal jaringan (network) yang baik dengan perusahaan dan lembaga-lembaga keuangan yang ada di dalam maupun luar negeri, perusahaan yang didirikan oleh Sandiaga Uno kemudian akhirnya mencapai kesuksesan. Perusahaan investasi ini bergerak di bidang telekomunikasi, pertambangan dan produk kehutanan. Sistem perusahaannya ialah mengumpulkan modal dari beberapa investor kemudian mengakuisisi perusahaan yang memiliki masalah keuangan kemudian memperbaiki kinerja perusahaan tersebut, setelah kinerja perusahaan tersebut sudah terlihat cukup baik dan menghasilkan keuntungan, kemudian perusahaan tersebut dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Hingga 2009, ada 12 perusahaan yang sudah diambil alih oleh PT Saratoga. Beberapa perusahaan pun telah dijual kembali, antara lain PT Dipasena Citra Darmaja, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), dan PT Astra Microtronics.

Pada 2005-2008, Sandiaga Uno menjadi ketua umum Himpunan pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Ia juga menjadi Ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sejak 2004.

Sandiaga Uno dinobatkan menjadi 122 orang terkaya di Indonesia versi majalah Asia Globe dengan total aset perusahaan mencapai 80 juta dollar AS pada 2007. Sementara, pada 2008 ia dinobatkan menjadi orang terkaya ke-63 di Indonesia dengan total aset 245 juta dollar AS. Pada 2009 Sandiaga Uno masuk sebagai pendatang baru dalam daftar 40 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes. Majalah tersebut menuliskan Sandiaga Uno memiliki kekayaan US$ 400 juta dan berada di peringkat 29.

Saat ini, Sandi Uno juga menjadi jajaran direksi beberapa perusahaan:

PT Adaro Indonesia

PT Indonesia Bulk Terminal

PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia

Interra Resources Limited

PT. iFORTE SOLUSI INFOTEK

Pada bulan Mei 2011 lalu, ia memutuskan membeli 51% saham Mandala Airlines.

Pada 16 April 2015, ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai salah satu direktur PT Adaro Energy Tbk.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, 10 Juni 2015, ia resmi mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Ia melepaskan berbagai jabatan di beberapa perusahaan tersebut karena ingin fokus pada tugas barunya sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Posisinya di Saratoga digantikan oleh Michael Soeryadjaya, anak dari Edwin Soeryadjaya dan cucu dari pendiri Astra International, William Soeryadjaya. Saat ini, Sandiaga Uno menjabat sebagai Komite Ekonomi Nasional dan bendahara Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia. Ia juga aktif sebagai pembicara di berbagai seminar kewirausahaan. Menurutnya keberanian, optimisme dan kerja keras merupakan kunci pembuka jalan untuk meraih kesuksesan di masa depan. Mengenai keluarga, Sandiaga Uno menikah dengan Nur Asia dan dikaruniai tiga orang anak bernama Amyra Atheefa Uno, Anneesha Atheera Uno dan Sulaiman Saladdin Uno.

Kata-Kata Bijak Sandiaga Uno :

“Diremehkan orang lain, maafkan mereka. Tapi jangan lupa catat dan ingat nama mereka, untuk memotivasi dirimu selalu menjadi lebih baik dari mereka.”

 

Tulisan ini diposting guna memenuhi tugas mata kuliah soft skill Kewirausahaan 2 Universitas Gunadarma dengan rincian sebagai berikut:

Nama: Elin Zanuar Saepudin

NPM: 43214496

Kelas: 2DA02

Mata Kuliah: Kewirausahaan 2

Dosen: Ardi Prawiro

 

Source :

https://id.wikipedia.org/wiki/Sandiaga_Salahudin_Uno

http://www.biografiku.com/2015/08/biografi-sandiaga-uno-jadi-pengusaha.html

http://bio.or.id/biografi-sandiaga-uno/

http://biografi-orang-sukses-dunia.blogspot.co.id/2016/01/biografi-sandiaga-uno-profil-pengusaha.html

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s